Bintang-Bintang DBL Terbang ke Australia

28-Jun-2008

15

24 Pemain, 4 Pelatih Bakal Belajar dan Bertanding di Perth

SURABAYA – Kompetisi basket pelajar terbesar di Indonesia, DetEksi Basketball League (DBL), bukan hanya menjalin kerja sama dengan National Basketball Association (NBA) dari Amerika Serikat.

Liga di bawah bendera Jawa Pos Group itu juga berkolaborasi dengan pemerintah Western Australia, menyelenggarakan DBL Western Australia Games 2008.

Dalam ajang itu, DBL akan memilih tim All-Star dari sekolah-sekolah peserta Honda DBL 2008 di 11 kota, sepuluh provinsi di Indonesia. Dua belas pemain putra dan 12 pemain putri, plus empat orang pelatih, akan diterbangkan ke Perth, Western Australia.

Rencananya, para pemain itu akan tinggal di Perth selama sekitar seminggu. Kemudian, pada akhir kunjungan, tim All-Star itu akan berlaga melawan tim muda pilihan pemerintah Western Australia.

Kemarin, kerja sama itu di-launching di Surabaya, dihadiri Duta Besar Australia Bill Farmer, Commissioner DBL Azrul Ananda, Regional Director West Australian Trade Office Indonesia Martin Newberry, The International Project Director Department of Sport and Recreation West Australia Hallam Pereira, dan Senior Manager Promotion and Network Development Astra Honda Motor Judhy Goutama.

“Kerja sama ini membuat kami sangat bangga. Kerja keras kami untuk menyelenggarakan kompetisi pelajar secara profesional telah mendapat perhatian pihak internasional,” kata Azrul Ananda, yang juga wakil direktur Jawa Pos.

Azrul menambahkan, DBL Western Australia Games 2008 menjadikan liga pelajar ini semakin komplet. Selain mendatangkan pemain NBA untuk melatih pemain-pemainnya di Surabaya, DBL juga mengirimkan student athleteIndonesia untuk belajar sekaligus bertanding di luar negeri.

“Untuk DBL Western Australia Games 2008, pemain yang kami pilih bukan hanya jago di lapangan. Dia juga harus baik dalam hal attitude dan pelajaran di sekolah. Kami berterima kasih kepada Australia atas kesempatan besar ini,” tandas Azrul.

Duta Besar Australia untuk Indonesia, Bill Farmer, menyebut program ini bakal punya dampak jangka panjang yang indah.

“Olahraga adalah cara yang tepat untuk menjalin hubungan antar-sesama manusia. Basketball adalah olahraga yang sangat populer, baik di Indonesia maupun Australia. Pertandingan antara pemain muda Indonesia dan Australia akan membangun persahabatan yang berkepanjangan. Serta menjalin saling pengertian warga kedua negara,” paparnya.

Ada kemungkinan, DBL Western Australia Games bakal menjadi ajang tahunan. Lewat pernyataan resmi, Rick Smith, CEO Basketball Western Australia, menyampaikan hal tersebut. “Kami tak sabar menjalin hubungan jangka panjang yang saling menguntungkan antara DBL dan Basketball WA,” ucapnya.

Berbagai kolaborasi internasional yang dijalin DBL ini mendapat respons positif dari Noviantika Nasution, Ketua Umum PB Perbasi. “Kerja sama DBL dengan NBA adalah sebuah sejarah untuk perbasketan Indonesia. Keikutsertaan DBL dalam pertandingan di Australia nanti tentu bisa minimal menambah pengalaman. Semoga agenda itu bisa berlangsung secara kontinyu. Saya yakin efek domino yang ditimbulkan akan berlanjut,” ujarnya.

Apresiasi terhadap kerja sama ini turut disampaikan Astra Honda Motor, partner utama DBL. “Honda ingin memiliki kontribusi bagi pengembangan potensi generasi muda di Indonesia. Karena itulah Honda mendukung DBL dengan filosofi student athlete-nya, menyelenggarakan Honda DBL 2008 di 11 kota, sepuluh provinsi. Kami sangat menghargai pemerintah Australia, khususnya Western Australia, yang turut membantu perkembangan kompetisi basket ini,” kata Judhy Goutama.

Semua Kota Punya Wakil

Saat ini, panitia Honda DBL 2008 sudah mulai mengumpulkan daftar nominasi pemain yang akan dikirim ke Australia. Sebagian bakal dipilih dari tim-tim juara yang mengikuti NBA Basketball Clinic, 24 Agustus mendatang di Surabaya. Sebagian lagi dari tim-tim yang gagal menjadi juara di daerah masing-masing, namun memiliki pemain hebat.

Panitia akan mengupayakan agar semua kota peserta Honda DBL 2008 punya wakil di tim All-Star yang terbang ke Perth. Ada yang dari Jawa Timur, Mataram, Palembang, Pekanbaru, Banjarmasin, Pontianak, Manado, Makassar, Semarang, maupun Jogjakarta.

Azrul mengingatkan, bakat bukanlah satu-satunya kriteria pemilihan. Perilaku sang pemain dan performanya di sekolah juga menentukan. ”Mereka nanti belajar di Australia. Bagaimana bisa belajar di negeri orang kalau di negeri sendiri tidak serius di sekolah,” katanya.

Mengenai identitas pemain NBA yang akan hadir di Surabaya, Azrul belum mau membocorkan. ”Kami sudah dapat nama, tapi belum bisa mengumumkannya. Tidak lama lagi kami akan memperkenalkannya. Ikuti terus perkembangannya di koran-koran Jawa Pos Group, atau di http://www.deteksibasketball.com,” ujarnya. (azz/fem)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s