DBL TAMU SPESIAL LAGA NBL

16-Oct-2008

bertemumenteri

Hadiah Bola Indonesia untuk Menteri Olahraga Western Australia

PERTH – Tim All-Star DetEksi Basketball League (DBL) Indonesia menjalani hari tak terlupakan di Perth, Australia, kemarin.

 

Pada siang hari, perwakilan liga basket pelajar terbesar di Indonesia itu menjadi tamu Menteri Olahraga dan Rekreasi Australia Hon Terry Waldron.

WBloglogo

Malamnya, seluruh tim menjadi tamu spesial pertandingan profesional National Basketball League (NBL), antara Perth Wildcats melawan Woolongong Hawks, di Challenge Stadium. Dua puluh empat pemain, empat pelatih, dan kru DBL yang mendampingi dipanggil masuk lapangan saat half-time, disambut dengan sorakan meriah dari ribuan penonton liga paling bergengsi di Australia tersebut.

Seluruh anggota tim lantas berjalan mengitari lapangan, bermain-main dengan maskot Wildcats dan menyalami para pemain yang bertanding.

“Selamat datang kepada para bintang DetEksi Basketball League, liga pelajar terbesar Indonesia yang diselenggarakan oleh Jawa Pos,” kata pembawa acara di lapangan.

Dia lantas mengajak sekitar 4.000 penonton Wildcats untuk datang ke Perry Lakes Basketball Stadium pada Sabtu, 18 Oktober nanti. Sebab, hari itu tim pelajar Indonesia ini bakal menjalani pertandingan internasional resmi melawan tim U-16 Western Australia.

Tentu saja, pengalaman ini membuat seluruh anggota tim bangga. “Ini pengalaman yang mungkin hanya sekali seumur hidup, mungkin tidak akan terulang lagi. Sambutan penonton meriah sekali,” kata Jamin Mattotoran, salah satu pelatih tim putri All-Star DBL Indonesia dari SMA Rajawali Makassar.

“Saya kaget. Waktu mau masuk lapangan deg-degan, takut dicuekin sama penonton. Ternyata semua malah tepuk tangan,” tambah Trisna Gama Putri, guard tim putri All-Star DBL Indonesia dari SMAN 7 Banjarmasin.

Siang sebelumnya, saat anak-anak DBL Indonesia mengunjungi kampus-kampus ternama di Perth, beberapa anggota tim diajak berpisah oleh Hallam Pereira, international project director Departemen Olahraga dan Rekreasi Western Australia. Sebab, mereka sudah ditunggu oleh Hon Terry Waldron, menteri departemen tersebut di kantornya.

Commissioner DBL Azrul Ananda pun berangkat bersama Pereira, ditemani dua pemain: Ryan Christyanto dari SMA BOPKRI 1 Jogjakarta dan Yoanna Gustia Rahayu dari SMAN 11 Pekanbaru.

Ketika bertemu, Waldron bertanya-tanya tentang kesan para pemain di Australia. Mulai perasaan pertama ketika datang, cara orang Australia berpakaian, dan –yang mendapat jawaban paling seru– makanan di Australia.

Soal makanan itu, Ryan dan Yoanna sama-sama malu menjawab. Azrul menjelaskan bahwa pada dua hari pertama anak-anak All-Star DBL Indonesia memang agak sulit beradaptasi, khususnya tentang makan siang. Banyak yang kesulitan makan sandwich!

“Setiap pagi, kami selalu menyiapkan mental mereka untuk makan siang. Bahwa kita pasti akan makan sandwich. Lalu, semua harus bicara lantang, ‘We love sandwich!’ agar bisa beradaptasi,” jelas Azrul, disambut tawa oleh Waldron.

Mengenai tantangan pertandingan yang sangat berat, karena kualitas pemain muda Western Australia yang sudah begitu maju, sang menteri lantas memberi pesan semangat kepada seluruh pemain All-Star DBL Indonesia. “Kalau mau maju, harus berani menghadapi lawan yang jauh lebih berat. Hanya dengan cara itu kita bisa maju,” ujarnya.

Waldron mengaku punya minat ekstra pada DBL Western Australia Games 2008 ini. Sebab, putrinya bersekolah di Willetton Senior High School, SMA juara basket Perth yang bakal dihadapi All-Star DBL Indonesia pada Jumat, 17 Oktober besok.

Sebagai suvenir, anak-anak All-Star DBL Indonesia menghadiahkan bola resmi pertandingan DBL. Bola merek Proteam itu sudah ditandatangani oleh semua pemain. Azrul lantas menjelaskan, DBL bangga bisa menggunakan berbagai produk buatan Indonesia.

Bukan hanya bola. Seluruh tim All-Star DBL Indonesia memakai jersey dan sepatu basket merek Indonesia, League. Dan warna merah-putih pada sepatu yang dipakai sekarang disediakan secara khusus, karena belum dijual di toko-toko.

Dalam pertemuan itu, juga dibicarakan kemungkinan kelanjutan program ini tahun depan. Bukan hanya tim DBL Indonesia yang ke Perth. Western Australia juga akan berusaha mengirimkan tim mudanya untuk belajar dan bertanding ke Surabaya, tempat DBL berpusat. (azz)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s