Masih Ada Satu Lagi Kerja Sama Internasional

12-Jun-2008

13

DetEksi Basketball League; Liga Indonesia Pertama yang Bekerja Sama dengan NBA (3-Habis)

Berlatih dengan pemain NBA bukan lagi mimpi jauh. Tahun ini ada NBA Basketball Clinic di Surabaya, disusul Indonesia Development Camp untuk 2009. Siapa pemain yang akan hadir?

Berikut catatan AZRUL ANANDA, commissioner DBL dan wakil direktur Jawa Pos.

Bertemu pemain NBA bagi kebanyakan adalah mimpi. Bayangkan. Anak-anak gila basket di Amerika saja belum tentu bisa bertemu pemain liga paling bergengsi di dunia itu. Apalagi yang jauh di Indonesia, apalagi yang tinggal di luar Jawa.

Saya jadi ingat pengalaman pertama bertemu pemain NBA. Waktu itu umur saya sekitar 18 tahun (1994), menjelang kuliah di Sacramento, California. Tapi, yang saya lihat pertama bukan sosoknya, melainkan (maaf) bagian bokongnya yang raksasa.

Kejadiannya di Bandara Sacramento. Tali sepatu saya lepas, sehingga saya berlutut untuk membetulkannya. Ketika berdiri lagi, woooo, ada (maaf) bokong besar sekali tidak jauh di depan saya. Lebarnya lebih dari badan saya.

Ternyata, setelah saya berdiri, (maaf) bokong itu milik seorang Charles Barkley, saat itu pemain Phoenix Suns. Meski waktu itu belum terlalu suka pada NBA, Barkley adalah pemain yang paling saya kagumi.

Begitu sadar itu Barkley, saya hanya bisa terdiam. Tidak menyapa, tidak bawa kamera untuk berfoto (belum adahandphone, apalagi yang berkamera), tidak bawa pulpen dan kertas untuk minta tanda tangan. Saya hanya bisa melongo melihat badan besar Barkley berjalan menjauh.

Dalam masa-masa itu, sebenarnya saya sudah lumayan sering nonton pertandingan basket di Arco Arena, Sacramento. Di sana ada Sacramento Kings, yang meski kalahan selalu mendapat dukungan penuh warga kota.

Tiket pun saya jarang bayar. Salah satu teman saya asal Indonesia tinggal bersama sebuah host family. Dasar nasib baik, keluarga angkatnya itu bekerja di Arco Arena. Sesekali, saat musim NBA bergulir, tiket-tiket gratis diberikan kepada kami.

Kalau nasib baik (misalnya tim lawan tidak terlalu ngetop), kami dapat tempat duduk yang istimewa. Kalau kurang baik, ya dapat tempat yang nun jauh di atas. Kalau tim lawan ngetop, dan tidak ada tiket gratis, ya kami mau beli tiket paling murah di Arco Arena.

Ketika itu, harga tiket termurah adalah USD 8. Tempatnya bukan bangku baris paling belakang. Melainkan berdiri di petak-petak kecil yang disiapkan di belakang bangku paling belakang! Tidak apa-apa, daripada bengong di rumah, yang penting nonton NBA.

Ketika itu, tidak pernah terbayangkan bila suatu hari bakal ada DetEksi Basketball League (DBL). Dan, suatu hari DBL menjadi liga Indonesia pertama yang bekerja sama dengan NBA.

***

Kabar baik itu muncul pada awal Maret lalu, menjelang final Honda DBL 2008 di Manado. Saya dapat email dari NBA Asia, yang mengatakan bahwa bakal ada wakil NBA menghubungi handphone saya pukul 16.00 hari itu.

Sebelumnya, saya memang pernah mengirimkan email tentang DBL kepada NBA. Tapi, lama tanpa reply. Ada seorang teman baik, sesama penghobi NBA dan Formula 1, yang juga merekomendasikan DBL kepada NBA. Tapi, seperti berkali-kali saya sampaikan, tidak ada ekspektasi apa-apa. Apalagi, berbulan-bulan saya tidak dapat balasan email, apalagi telepon. Ini NBA gitu lho. Mana mau kerja sama dengan liga seperti DBL?

Menjelang pukul 16.00 itu, kekhawatiran saya hanya satu: Jangan sampai sinyal telepon mati! Sebab, selama beberapa pekan keliling Indonesia mengikuti DBL Movement, sinyal handphone saya memang nyala-mati kayak traffic light.

Dalam percakapan telepon itu tidak banyak basa-basi. Saya mengenalkan diri saya, menjawab beberapa pertanyaan tentang DBL. Saya menjelaskan bahwa DBL punya nilai-nilai mirip liga-liga di Amerika Serikat, mulai tingkat SMA hingga NBA. Termasuk konsisten tidak menerima sponsor rokok sejak penyelenggaraan perdana, 2004 lalu.

Pertemuan pun dijadwalkan berlangsung di Jakarta beberapa hari kemudian. Saya dan teman-teman dari DBL bertemu perwakilan NBA, baik yang dari kantor Hongkong, Beijing, maupun New York.

Pertanyaan-pertanyaan yang mereka sampaikan adalah seputar motivasi di belakang DBL, dan seperti apa kota Surabaya itu. Saya bukan orang yang muluk-muluk, saya mencoba menjawab semuanya apa adanya.

Setelah itu…

Saya tidak akan berbicara banyak tentang bagaimana kerja sama ini terjalin. Tapi, bagi yang sering berkutat dengan even atau mencari kerja sama bisnis, mungkin sudah bisa membedakan mana yang ”jodoh” dan mana yang bukan.

Kalau sudah jodoh, tidak perlu banyak basa-basi. Satu sama lain sudah tahu apa yang diharapkan. Kalau bukan jodoh, mau dipaksa dengan cara apa pun tidak akan ketemu.

Dengan NBA, praktis kami hanya bertemu satu kali itu saja sebelum ada kesepakatan kerja sama. April, ketika ikut keluarga berlibur di Hongkong, saya mampir ke kantor NBA Asia. Di sana, map berisikan kontrak kerja sama multiyearsudah menunggu saya untuk ditandatangani.

Selesai.

Bisa dibayangkan betapa bahagianya hati saya saat itu. Mimpi telah menjadi kenyataan. NBA akan punya even resmi pertama di Indonesia. Dan itu akan diselenggarakan di Surabaya, kota yang saya cintai, tempat DBL bermula.

Hanya, kami masih belum boleh mengeluarkan pengumuman apa-apa. Kami masih harus menunggu ”OK” dari New York sebelum boleh mengumumkan kerja sama bersejarah untuk basket Indonesia ini.

Pada 6 Juni lalu, hampir dua bulan setelah kontrak diteken, kerja sama ini sudah boleh disampaikan.

***

National Basketball Association (NBA) punya banyak program untuk mengembangkan diri (dan basket) di seluruh dunia. Ada yang sangat komersial, ada yang bersifat misi pengembangan.

Ketika berbicara tentang kerja sama, yang kami sepakati adalah Development Camp, lebih ke arah misi pengembangan. Di Asia, program ini kali pertama diselenggarakan di Korea tahun lalu. NBA bekerja sama dengan liga Korea, KBL, mengumpulkan pemain-pemain muda (biasanya SMA) untuk menjalani pelatihan.
Waktu itu, yang dikirim adalah dua pemain dan dua pelatih. Dua pemainnya adalah spesialis defense Bruce Bowen (San Antonio Spurs) dan bintang muda Andre Iguodala (Philadelphia 76ers). Sedangkan pelatihnya Jim Boylan dan Rex Kalamian.

Tahun ini Korea Development Camp baru saja diselenggarakan pertengahan Mei lalu. Pemain yang datang dua-duanya dari Milwaukee Bucks, Charlie Villanueva dan Mo Williams. Dua asisten pelatih yang datang adalah Jeff Capel (Charlotte Bobcats) dan Neal Meyer (Los Angeles Clippers).

Selama beberapa hari, para pemain muda itu mendapatkan materi-materi ”kelas dunia” dari para pemain dan pelatih tersebut.

Kami di DBL sangatlah berbangga. Indonesia merupakan negara kedua di Asia yang mendapatkan program Development Camp ini.

Hanya, penyelenggaraannya belum bisa dilaksanakan pada 2008 ini. Sebab, ketika kerja sama dijalin, waktu sudah terlalu mengimpit dan Honda DBL 2008 hanya menyisakan ronde Jawa Timur. Jadwal DBL juga sudah tidak bisa diubah lagi.

Karena itu, tahun ini NBA sepakat mengirimkan satu pemain dulu. Pada 23 Agustus nanti, pemain itu akan menyaksikan final SMA Honda DBL 2008 Jawa Timur di DBL Arena Surabaya. Selain memberi semangat kepada finalis, dia akan menyapa para penggemar.

Sehari kemudian, pemain itu tampil dalam NBA Basketball Clinic. Memberi materi latihan kepada para champion Honda DBL 2008, yang datang dari 11 kota, sepuluh provinsi di Indonesia.

Baru tahun depan, NBA dan DBL mulai menyelenggarakan Indonesia Development Camp. Pada 2009, NBA akan mengirimkan seorang pemain plus dua asisten pelatih.

***

Begitu kerja sama NBA dan DBL diumumkan, banyak respons yang kami dapatkan. Bukan hanya di Surabaya, juga di kantor-kantor koran Grup Jawa Pos yang tersebar dari Aceh hingga Papua. Pertanyaan yang paling banyak disampaikan: Siapa pemain yang akan datang itu?

Dari situ, saya khawatir muncul ekspektasi tinggi. Saat ini sudah ada satu atau dua nama yang disebutkan oleh NBA. Tapi, pengumuman resmi baru dilakukan beberapa pekan lagi.

Jujur kami harus sampaikan, kesulitan utama ada pada penjadwalan. Apalagi, acara di Surabaya nanti berbarengan dengan penutupan Olimpiade 2008 di Beijing. Jadi, sangatlah sulit mendatangkan para pemain NBA yang tergabung di tim USA.

Pihak NBA sendiri menegaskan tidak akan mengirim pemain bintang begitu saja. Karena yang dihadiri adalah klinik dancamp, pemain yang datang harus punya background komunikasi dan pelatihan yang mantap. Kata NBA, percuma kalau pemain yang datang itu hebat, tapi ternyata sulit berkomunikasi. Apalagi di negara asing yang para pemainnya belum tentu mengerti bahasa Inggris.

Bagi saya pribadi, siapa pun yang datang sudah patut disyukuri. Ingat, ini even resmi pertama NBA dalam sejarah Indonesia. Jadi kita tunggu saja. Tidak lama lagi kita sudah akan tahu siapa pemain itu.

Saya dan teman-teman di DBL sendiri justru tidak memikirkan siapa pemain itu. Yang paling kami pikirkan sekarang adalah bagaimana menunjukkan kepada NBA bahwa kami mampu menyelenggarakan even sesuai dengan standar yang diinginkan.

Kami merasa DBL sudah punya standar penyelenggaraan tertinggi di Indonesia (lapangan rapi, pemain rapi, pelatih pakai dasi, dan lain-lain). Tapi, kami juga tahu bahwa standar lebih tinggi masih bisa dikejar.

Bagi kami, kontrak multiyear bersama NBA ini hanyalah awalan. Kami harus terus sadar diri dan bekerja keras. Hanya dengan cara itulah kami bisa menghasilkan yang lebih dahsyat lagi.

***

Banyak champion Honda DBL 2008 yang mengaku sudah tak sabar ke Surabaya, bertemu pemain NBA. Tapi, lebih banyak lagi peserta Honda DBL 2008 yang ”panas,” karena gagal menjadi champion dan bertemu pemain NBA di Surabaya.

Untuk mereka yang belum bisa bertemu pemain NBA tahun ini, janganlah berkecil hati. Kalau tahun depan masih bisa berlaga di DBL, masih ada kesempatan lagi. Yang penting terus kerja keras untuk menjadi yang terbaik. Ketika kita punya mimpi dan kita terus bekerja keras, mimpi itu bisa jadi kenyataan.

DBL sudah membuktikan itu.

Kami juga punya catatan tambahan untuk semua peserta Honda DBL 2008: Selain kerja sama dengan NBA, masih ada satu lagi kerja sama internasional yang akan kami umumkan. Kerja sama itu juga akan membahagiakan para peserta di berbagai provinsi.

Apa itu?

Sama dengan pengumuman nama pemain NBA yang akan hadir di Surabaya, kami minta agar semua mau bersabar dulu… (habis)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s