Seminggu Cuti untuk 24 Jam Urusi Anak-Anak DBL All-Star

nblindonesia.com – 10/11/2010

Totalitas People-to-People ala Seattle-Surabaya Sister City Association

AnggotaSSSCA

Sekelompok relawan bekerja habis-habisan membantu kunjungan tim basket SMA DBL Indonesia All-Star 2010 di Amerika, 31 Oktober- 8 No vember lalu. Mereka anggota Seattle-Surabaya Sister City Association (SSSCA).

Berikut catatan AZRUL ANANDA dan M. AZIZ HASIBUAN tentang organisasi nonprofi t itu.

Mengirimkan kumpulan pemain basket SMA terbaik Indonesia ke Amerika Serikat mungkin mudah. Asal punya duit, tinggal urus visa, beli tiket, dan pergi.

Mengirimkan tim basket dan memberi mereka program yang sangat komprehensif bukanlah hal mudah. Seperti kunjungan tim Development Basketball League (DBL) Indonesia All-Star 2010 di Seattle, 31 Oktober hingga 8 November lalu.

Bukan hanya berlatih dan bertanding di Seattle, mereka juga dapat akses istimewa dari sejumlah perusahaan besar dan ikut masuk kelas di sejumlah SMA. Ini sesuai dengan misi program: Belajar dan bertanding di Amerika untuk para student athlete pilihan DBL dari berbagai penjuru Indonesia.

Bisa dibilang, perencanaannya dimulai lebih dari setahun. Karena ini program perdana, butuh ketekunan dan kesabaran untuk menyusun detail program selama sepekan.

Yang pasti, kunjungan rombongan student athlete ini butuh dukungan besar dari banyak pihak. Pihak Konsulat Jenderal AS di Surabaya telah memberikan support maksimal untuk memastikan visa rombongan –total 43 orang– selesai tanpa masalah. Bahkan, konsulat telah membantu mendapatkan funding tambahan untuk biaya penginapan selama di Seattle.

Penerbangan pun mendapat support khusus dari EVA Air, serta dukungan tanpa henti para brand pendukung DBL 2010: Honda, Flexi, Zee, Biore, Relaxa, Powerade Isotonik, League, dan Proteam.

Namun, segala program ini mungkin tidak akan terwujud begitu istimewa tanpa tuan rumah yang total. Mereka bukan hanya berhasil menyiapkan program begitu komplet, tapi juga menemani setiap menit kunjungan rombongan dari Indonesia.

Tuan rumah itu adalah Seattle-Surabaya Sister City Association (SSSCA). Organisasi nonprofit itu terdiri atas sekelompok relawan, yaitu warga Indonesia yang ada di Seattle. Yang juga menarik, mereka datang dari berbagai wilayah dan latar belakang di Indonesia. Hanya satu-dua berasal dari Surabaya.

Merekalah yang menjadi ”mami-mami dan mas-mas” bagi anak-anak DBL Indonesia All-Star 2010 (yang juga hanya punya satu pemain asal Surabaya. Yang lain dari berbagai penjuru Indonesia).

***

SSSCA benar-benar menjadi keluarga baru bagi DBL Indonesia All-Star 2010. Para personel organisasi yang berdiri pada 1992 tersebut memang memberikan konsentrasi khusus kepada kegiatan DBL Indonesia All-Star.”Waktu kali pertama diperkenalkan dengan DBL, nonton video-videonya, saya langsung bilang ke teman-teman, ini harus ditekadkan agar terlaksana,” ungkap Michael Atmoko, 33, presiden SSSCA yang dulu besar di Surabaya.

Perkenalan langsung itu terjadi kira-kira setahun lalu. Michael –konsultan sebuah department store ternama di Indonesia– mengunjungi kantor Jawa Pos dan DBL Indonesia di Graha Pena Surabaya.

Sejak itu, tim SSSCA bekerja (sangat) keras untuk mewujudkan kunjungan pertama DBL All-Star ke Amerika Serikat. Mulai mengatur transportasi, makanan, tempat tinggal, sampai kunjungan ke sejumlah sekolah dan perusahaan-perusahaan besar di Seattle.

Seperti halnya Michael, para anggota lain jadi bersemangat mendatangkan DBL setelah melihat video-video yang dibawa Michael dari Surabaya.

Vivi Cooper, Reny Stewart, dan Nanik Trickey adalah geng mami-mami bersuami bule yang kebagian meng-handle kunjungan sekolah. ”Mereka (sekolah-sekolah di Seattle, Red) kan pada awalnya nggak kenal apa itu DBL. Jadi, kami harus keliling ke beberapa sekolah untuk menunjukkan video highlight DBL, juga membagikan booklet,” ujar mami Vivi, yang asal Bandung.

”Memang kebanyakan langsung impressed (kagum, Red) begitu melihat video DBL. Tapi, masalahnya belum selesai. Soalnya, di sini, sekolah punya banyak aturan kalau kami mau berkunjung. Jadi, kami harus dealing (membuat kesepakatan) mengenai itu,” jelasnya.

Soal kunjungan sekolah ada yang mengurus, begitu pula kunjungan ke perusahaan. Selama di Seattle, tim DBL All-Star memang sempat melihat dapur Boeing, Microsoft, dan Starbucks, tiga perusahaan global yang memang berpusat di kota tersebut.

Kunjungan perusahaan-perusahaan itu tugas Greg Dwidjaya, Budi Prasetya, Victor Kumesan, dan Ben Doko. Mas-mas inilah yang menghubungkan DBL dengan perusahaan kelas dunia seperti Boeing, Microsoft, dan Starbucks. DBL Indonesia cukup beruntung karena SSSCA punya banyak link yang sangat membantu kunjungan.

”Di Seattle, tiga perusahaan itu adalah yang paling utama. Makanya, kami ingin dari DBL bisa ke sana. Syukurlah, setelah beberapa kali meeting dan followup, mereka bersedia menerima dan memberikan tur, bahkan gratis,” ungkap Greg, lulusan SMAN 2 Surabaya, yang kini bekerja di Boeing.

Semua cerita di atas baru persiapan. Ketika pelaksanaan, tim SSSCA justru semakin serius. Michael seolah jadi guide full time, menemani ke mana pun rombongan pergi.

Mas Budi Prasetya, asal Tulungagung, juga termasuk yang paling total. Seminggu penuh dia cuti bekerja dari eNom Inc, salah satu penyedia dan reseller domain website terbesar di dunia.

Mas Budi inilah yang selama 24 jam menemani dengan sebuah mobil van besar. Kalau para pemain atau staf DBL punya kebutuhan mendadak, Mas Budi yang langsung tancap gas mengantar atau mencarikan solusi.

”Kedatangan tim DBL adalah agenda besar SSSCA. Saya senang DBL datang. Makanya, harus total,” cerita Budi, yang di SSSCA bertanggung jawab di bagian IT. ”Kantor juga nggak ada masalah kalau saya tinggalkan sementara. Tapi memang, ketika mereka (kantor, Red) butuh sesuatu yang urgent, saya harus tetap datang seperti kemarin. Jadi, agak bolak-balik sedikit,” ceritanya.

Selain mengurusi sekolah, geng mami-mami punya kesibukan di rumah masing-masing: bikin kue. Bukan hanya sedikit-sedikit untuk camilan rombongan, tapi juga dalam jumlah besar untuk acara utama.

Untuk pertandingan utama melawan tim Rainier Select Bulldogs, Jumat (5/11), mereka menyiapkan kue-kue tradisional Indonesia. Ada lemper, kue kukus, dan masih banyak lagi. ”Jadi, sekalian mengenalkan makanan Indonesia ke penonton dan lawan bertanding. Makanya, setiap mami harus bikin kue,” ujar mami Nanik, yang asal Kupang, Nusa Tenggara Timur.

Ingin bukti bagaimana SSSCA telah menjadi ”keluarga baru” bagi DBL Indonesia All-Star? Cukup melihat perpisahan di Seattle-Tacoma Airport, menjelang penerbangan pulang tim Senin dini hari lalu (8/11). Tidak sedikit anak-anak DBL All-Star yang menitikkan air mata saat harus berpisah.

”Ingat, jangan bilang ‘Goodbye’ ya, bilang ‘See you later,” ucap Michael kepada rombongan saat menuju bandara.

***

Menurut Michael, tim SSSCA yang sekarang ini merupakan yang terbaik. Program kedatangan DBL Indonesia All-Star ini merupakan program terbesar yang dilakukan SSSCA, dengan penggarapan paling total. Yang lebih menyenangkan, kunjungan ini merupakan program people-topeople yang sangat konkret. Bukan government, bukan perusahaan.

Michael berharap kunjungan ini terus berlanjut hingga tahun-tahun ke depan. Harapan yang sama sudah disampaikan DBL Indonesia kepada SSSCA. Kedua pihak bahkan sudah membicarakan tanggal ideal untuk kunjungan 2011.

”Masih banyak yang bisa ditunjukkan kepada anak-anak Indonesia dan memberi mereka inspirasi untuk maju di Seattle. Dan, kami sekarang punya pengalaman langsung, sehingga bisa bikin program lebih baik lagi bersama DBL,” ujarnya.

Lebih dari itu, Michael berharap kunjungan ini bisa membantu membuka pintu untuk menyelenggarakan lebih banyak kegiatan.

”Kami ingin bukan cuma sport dan budaya. Juga ke trade. Kami ingin lebih bisa mengenalkan pengusaha-pengusaha kecil ke masyarakat Amerika Serikat. Jadi, bisa juga membantu ekonomi dan dampaknya bisa lebih luas,” tandas Michael. (*)

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s