Tiket Termurah Melonjak Jadi Rp 5 Juta per Lembar

Menjadi Tamu VIP di NBA All-Star 2011 di Los Angeles (1)

Minggu, 20 Februari 2011 , 08:05:00

131832_735777_justin_bieber

Rombongan DBL dan NBL Indonesia dapat kesempatan supereksklusif akhir pekan ini. Menjadi tamu VIP di NBA All-Star 2011 di Los Angeles. Berikut catatan AZRUL ANANDA dari ibu kota entertainment dunia itu.

“Ayo Azrul, datang ke NBA All-Star. Pasti bakal luar biasa!”Ajakan itu sudah berkali-kali disampaikan pihak National Basketball Association (NBA), liga basket paling bergengsi di dunia, dalam beberapa tahun terakhir.  Tepatnya sejak PT Deteksi Basket Lintas Indonesia (DBL Indonesia) dan Jawa Pos Group, pengelola liga pelajar Development Basketball League (DBL) dan liga profesional National Basketball League (NBL) Indonesia, menjadi partner NBA dalam menyelenggarakan even-evennya di Indonesia.

Tentu saja, saya sangat-sangat ingin untuk datang ke even tersebut. Sejak belum gemar basket dulu, salah satu keinginan saya memang nonton laga NBA All-Star, yang selalu diselenggarakan di tengah-tengah musim liga tersebut.

Paling kepengin sebenarnya pada 2010 lalu, ketika laga bintang itu diselenggarakan di stadion football raksasa (berkapasitas lebih dari 100 ribu orang) di Dallas, negara bagian Texas. Sayang, even itu diselenggarakan di bulan Februari. Dan sebenarnya, setiap tahun even All-Star hampir selalu diselenggarakan di bulan Februari.

Mengapa sayang” Karena Februari itu bulan-bulan paling sibuk di Indonesia. Liga pelajar Honda DBL selalu ramai-ramainya diselenggarakan di berbagai penjuru Indonesia. Dan tahun ini sebenarnya lebih sibuk lagi, karena persaingan klub-klub NBL Indonesia sedang panas-panasnya di bulan Februari. Seri Jakarta diselenggarakan 5-13 Februari lalu, menentukan posisi playoff bulan Maret nanti.

Karena Februari itulah, dalam beberapa tahun terakhir saya “dan teman-teman DBL Indonesia– tidak bisa memenuhi undangan tersebut. Meskipun selalu menolak dengan berat hati, karena undangan itu selalu dibarengi dengan acara-acara supereksklusif, menawarkan pengalaman yang sangat sulit dirasakan kebanyakan orang.

Tahun 2011 ini, saya memutuskan untuk berangkat. Penasaran ini menumpuk terlalu lama. Selain itu, tahun ini even diselenggarakan di Los Angeles. Dari Indonesia tidak butuh perjalanan “terlalu jauh.” Minimal tiba di Amerika tidak perlu lagi naik penerbangan domestik yang jauh ke kota selanjutnya. Selain itu, Los Angeles adalah ibu kota entertainment dunia. Pasti menawarkan kemasan yang tiada duanya! Lumayan untuk belajar”

Even NBA All-Star 2011 di Los Angeles ini mungkin yang paling ribet yang pernah diselenggarakan NBA. Acara-acara utamanya sebenarnya relatif standar, berlangsung tiga hari seperti All-Star sebelumnya (tahun ini 18-20 Februari).

Jumat ada Celebrity Game, di mana bintang-bintang entertainment bermain basket. Tahun ini bintang utamanya adalah Justin Bieber. Lalu ada Rookie Challenge, laga tradisional yang mempertemukan para pendatang baru (rookie) terbaik melawan para pemain tahun kedua terbaik (sophomore).

Sabtu adalah NBA All-Star Saturday Night, berisikan kontes-kontes kemampuan dahsyat. Termasuk tembakan tiga angka, skills, dan “yang utama– slam dunk. Tahun ini, bintang muda Los Angeles Clippers jadi suguhan utama Saturday Night. Di ajang slam dunk, bocorannya dia akan melakukan sesuatu yang belum pernah dilakukan sebelumnya. Saya tidak boleh bilang itu apa, tapi yang jelas dia akan melompati sesuatu yang “besar.”

Minggu adalah puncak acara, laga All-Star mempertemukan tim bintang-bintang East (wilayah timur) dan West (wilayah barat). Meski acara utama “standar,” tapi lain-lainnya paling ribet. Karena di Los Angeles, minat orang untuk datang luar biasa besar. “Kami kedatangan tamu lebih banyak di sini. Datang dari lebih banyak negara, dari yang pernah kami terima sebelumnya,” kata Ed Winkle, senior director business development dan marketing partnership NBA Asia.

Bagi NBA, even All-Star memang lebih berfungsi untuk mempertemukan seluruh partner-nya dari berbagai penjuru dunia. Selain itu, juga untuk mempertemukan seluruh personelnya, yang kini bermarkas di berbagai benua di dunia. Data yang ada memang gila-gilaan. Untuk staf dan tamu-tamunya, NBA mem-booking tidak kurang dari 20 ribu room nights (jumlah kamar kali jumlah malam) sepanjang akhir pekan ini di kawasan Los Angeles.

Asal tahu saja, praktis tiket All-Star tidaklah dijual. Karena untuk undangan-undangan saja sudah hampir memenuhi Staples Center di downtown Los Angeles, yang kapasitasnya di kisaran 20 ribu orang. Menurut Winkle, acara ini terasa lebih “manusiawi” ketika diselenggarakan di stadion football di Dallas tahun lalu. Karena kapasitasnya lebih dari 100 ribu orang, maka masyarakat umum pun bisa membeli tiket dan datang menonton.

Karena tiket yang dijual ke publik sangat terbatas, harganya pun jadi gila-gilaan. Terakhir saya cek di secondary market (tangan kedua atau online), tiket termurah di barisan atas sudah mencapai USD 600 per lembar. Alias lebih dari Rp 5 juta per lembar!

Barisan-barisan terdepan, seperti yang disediakan NBA untuk rombongan DBL dan NBL Indonesia, harganya sudah melonjak hingga Rp 50 juta per lembar! Itu hanya untuk laga All-Star hari Minggu (20/2). Tidak termasuk Saturday Night dan lain-lain! Sebagai tamu VIP NBA, rombongan DBL dan NBL Indonesia dapat rangkaian program priceless dan unforgettable. Jumat lalu (18/2, Sabtu WIB), kami langsung menjalani program-program ekstra yang seru itu.

Di Staples Center, sebelum laga Rookie Challenge, kami diajak ikut sesi foto resmi eksklusif. Pose bareng tim rookie komplet, yang tahun ini dibintangi Blake Griffin (Los Angeles Clippers) dan John Wall (Washington Wizards). Difoto oleh fotografer resmi NBA, dan hasil jepretannya langsung diberikan tidak lama kemudian.

Kelompok rookie musim 2010-2011 ini akan sangat bersejarah. Blake Griffin punya potensi jadi salah satu bintang terbesar NBA. John Wall juga punya peluang jadi salah satu point guard terbaik di NBA. Ada pula DeMarcus Cousins, rookie Sacramento Kings yang punya potensi segudang. Begitu pula Derrick Favors dari New Jersey Nets.

Foto itu tidak akan saya biarkan hilang! Karena bisa jadi bagian dari sejarah penting NBA.Setelah sesi foto resmi, kami naik ke atas, ke San Manuel Club. Sebuah lounge VIP di Staples Center, dengan balkon menghadap ke lapangan utama. Di situ kami mengikuti Partner Welcome Reception. Menurut NBA, ini acara paling eksklusif untuk para undangannya selama NBA All-Star 2011.

“Ada 34 bintang yang hadir di acara ini. Kalian sudah bertemu dengan semuanya?” tanya Scott Levy, pimpinan utama NBA Asia, kepada kami di acara tersebut.Bintang-bintangnya memang luar biasa banyak. Mulai para All-Star, antara lain Deron Williams (Utah Jazz), Kevin Love (Minnesota Timberwolves), dan Al Horford (Atlanta Hawks). Bintang-bintang aktif lain seperti Tony Parker (San Antonio Spurs), Baron Davis (Los Angeles Clippers), Andre Iguodala (Philadelphia 76ers), serta para mantan bintang seperti Robert Horry, BJ Armstrong, Dominique Wilkins, Clyde Drexler, George Gervin, Brian Grant, dan lain-lain.

Bagi kami dari Indonesia, wajah familiar antara lain Sam Perkins, yang pernah hadir di launching NBL Indonesia di Jakarta pada Mei 2010. Juga Detlef Schrempf, yang ikut melatih bintang-bintang muda NBL Indonesia di Indonesia Development Camp 2010 di Bandung.Ada pula beberapa pelatih kondang: Lenny Wilkens, Del Harris, dan lain-lain. Plus bintang atau legenda liga perempuan WNBA, Lisa Leslie dan Marion Jones (mantan superstar atletik yang kini bermain di WNBA).

Tidak ketinggalan bos nomor satu NBA: Sang commissioner, David Stern.Di acara itu kami pun tak sempat kenyang makan, tapi kenyang foto-foto dan berburu tanda tangan. Pertandingan Rookie Challenge di lapangan pun jadi sama sekali tidak terperhatikan!

Buat saya, tanda tangan paling seru didapat dari Robert Horry. Untuk alasan yang sebenarnya cukup menyakitkan. Pada final wilayah barat 2002, Horry bermain untuk Los Angeles Lakers bersama Kobe Bryant dan Shaquille O”Neal. Melawan tim favorit saya, Sacramento Kings, yang waktu itu memiliki rekor terbaik NBA berkat kekompakan Mike Bibby, Chris Webber, Vlade Divac, dan lain-lain.

Pada detik-detik akhir menentukan, Horry memasukkan tembakan tiga angka yang membuat Kings kalah (dan kemudian gagal masuk final NBA).Tembakan itu “dibenci setengah mati” oleh seluruh penggemar Kings (dan pada 2002 itu termasuk di dalamnya kebanyakan penggemar kasual NBA). Tidak percaya” Google saja informasinya. Pada lembar All-Star yang Horry tandatangani, saya meminta dia untuk menuliskan kalimat “Sorry Kings fans.” Setelah tertawa, dia pun dengan senang hati menuliskannya”

Habis party di Staples Center, ada satu acara lagi yang diselenggarakan NBA dan terbuka untuk kami. Apa itu” Party lagi!Mulai pukul 20.00 Jumat malam itu, ada NBA All-Star Tip-Off Reception di salah satu ballroom terbesar di Hyatt Century Plaza. Pesta yang ini lebih mewah, dengan panggung, band komplet, dan makanan serta sarana penghibur lain.

Untuk para tamu VIP, NBA sudah menyiapkan sejumlah shuttle bus dari Staples Center menuju Hyatt Century Plaza (sekitar setengah jam perjalanan).Kami baru tiba di Hyatt Century Plaza sekitar pukul 21.30. Cukup lelah (dan masih jet lag karena baru dua hari tiba dari Indonesia), kami memutuskan balik ke hotel lebih dini. Apalagi saya juga harus menyelesaikan tulisan ini, dan berbagi tugas dengan Rocky Padila, kontributor Jawa Pos Group yang meliput langsung berbagai kegiatan di Staples Center.

Malam itu, saya pun terpaksa membatalkan satu lagi undangan party bersama sebuah asosiasi pemain legenda NBA, di hotel lain lagi di Los Angeles. NBA All-Star memang sebuah pesta yang gila-gilaan. Dan yang diceritakan panjang di tulisan ini baru menggambarkan secuilnya. Ikuti saja terus ulasannya” (bersambung)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s