Jalan 6 Hektare di Taipei Cycle 2013, Pameran Sepeda Terbesar Asia (1)

Bangun Hall Baru agar Jadi Show Terbesar di Dunia
22 Maret 2013 – 11.32 WIB
Bangun Hall Baru agar Jadi Show Terbesar di Dunia
Taipei Nangang Exhibition Hall dengan luas kurang dari enam hektare yang mampu menampung ribuan pameran, salah satunya Taipe International Cycle Show, Kamis (21/3/2013). Foto: Dipta Wahyu/JPNN
Taipei International Cycle Show 2013 benar-benar besar. Luas areanya hampir 6 hektare di beberapa gedung. Perlu tiga hari jalan keliling untuk mengamati semua exhibitor.
———————–
Catatan AZRUL ANANDA dan DIPTA WAHYU, Taiwan
———————–
SEJAK tahun lalu saya ingin melihat Taipei Cycle (nama populer event). Teman-teman yang pengusaha sepeda berkali-kali menganjurkan saya untuk mengunjunginya. Bagaimanapun, inilah pameran sepeda terbesar di Asia, salah satu di antara tiga pameran terbesar di dunia.

Kalau ke Eropa atau Amerika untuk melihat pameran terbesar lain, tentu tidak sepraktis terbang ke Taiwan. Tapi, keputusan untuk benar-benar pergi saya ambil nyaris last minute. Banyak jadwal dan lain-lain yang membuat saya tak berani memastikan pergi. Ketika benar-benar ada celah waktu, saya pun memutuskan untuk go. Dan memang harus go!

Padahal, Selasa (19/3) pagi, sebelum terbang ke Taipei, saya jatuh saat latihan sepeda balap. Salah satu tulang di telapak kanan saya patah. Saya minta operasi ditunda sepulang dari Taipei saja. Untuk sementara digips saja.

Toh, saya masih bisa jalan, masih bisa beraktivitas. Yang sulit paling ketika harus mengetik laporan atau catatan. Saya tidak bisa mengetik sepuluh jari seperti biasa. Harus ‘’sebelas jari’’ seperti generasi ayah saya.

Selasa malam itu saya dan Dipta Wahyu terbang ke Taipei. Mendarat Rabu pagi (20/3), check in di hotel, lalu langsung ke Nangang Exhibition Hall, lokasi utama diselenggarakannya pameran.
***

Nangang Exhibition Hall besar sekali. Seluruh lantainya dipakai untuk Taipei Cycle 2013. Termasuk dua lantai dengan hall terbesar, lantai pertama dan lantai keempat. Ditambah dengan gedung-gedung lain, total Taipei Cycle memakai venue seluas 58 ribu meter persegi. Itu hampir 6 hektare!

Gedung lain yang dipakai adalah Taipei World Trade Center (TWTC) Hall 1 dan Hall 3 di kawasan pusat kota, dekat dengan gedung pencakar langit Taipei-101.

Dari Nangang dan TWTC tersedia shuttle bus yang rutin bolak-balik mengangkut peserta dan pengunjung pameran.

Semua itu mampu mengakomodasi lebih dari 1.100 exhibitor dari berbagai penjuru dunia. Dengan nyaman, lebih dari 7.000 pengunjung (dari kalangan industri sepeda dan sports) bisa berputar-putar dan berbisnis di dalamnya. Selain show sepeda, event tahun ini juga digabung dengan Taipei Sporting Goods Show (TaiSPO), Taiwan Int’l Sports Textile and Accessory Expo (SPOMODE), serta Diving & Water Sports Show (DiWAS). Beberapa kawasan outdoor di Nangang pun ikut disiapkan untuk keperluan test ride atau atraksi.

Saking besarnya, hari pertama itu -sejak pagi sampai sore- kami baru sempat ‘’menghabiskan’’ area di lantai empat di Nangang. Kebetulan, beberapa merek terbesar berpameran di sana. Acara opening ceremony yang dihadiri Wakil Presiden Wu Den-yih juga dilakukan di situ. Plus, press center tempat kami bisa bekerja juga di lantai tersebut.

Selama acara pembukaan, ditegaskan terus bagaimana Taiwan berniat untuk terus menjadi “Kerajaan Sepeda” di masa mendatang. ‘’Taiwan sudah menjadi pusat suplai untuk keperluan sepeda-sepeda high-end dunia,’’ tegas Wang Chih-kang, Chairman Taiwan External Trade Development Council (TAITRA), penyelenggara Taipei Cycle.

Ke depan, Taiwan juga berambisi menjadikan event itu sebagai yang terbesar di dunia. Untuk melakukan itu, diperlukan venue baru yang lebih besar lagi.

Wang menyampaikan, pembangunan exhibition hall baru di sekitar Nangang sudah dimulai. Wakil Presiden Wu juga telah mendorong agar pembangunan venue baru itu dipercepat lagi.

Bisa dibayangkan betapa besarnya Taipei Cycle itu nanti. Sekarang saja, perlu waktu sekitar tiga hari untuk bisa menengok seluruh kawasan pameran. Belum lagi kalau ingin mengunjungi sejumlah stan secara khusus.

Tahun ini event diselenggarakan selama empat hari. Berakhir Sabtu besok (23/3). Bagi penonton umum lebih merepotkan lagi. Sebab, mereka hanya boleh membeli tiket untuk melihat pada hari terakhir. Itu pun hanya sampai pukul 15.00!
***

Pemerintah Taiwan memang men-support total event yang mendukung industri sepeda sendiri itu. Para pengunjung internasional yang mendaftar ke TAITRA, kalau berasal dari kalangan bisnis sepeda, mendapat fasilitas hotel gratis. Transportasi berupa shuttle bus dari hotel ke venue (dan sebaliknya) juga gratis. Plus, di venue dapat kupon makan gratis. Kalau ingin jadi turis, pengunjung internasional juga diberi tiket gratis naik ke observatory Taipei-101, salah satu gedung tertinggi di dunia. Seperti yang didapatkan V Christian Pieschel alias Chies dari Velomix Surabaya. ‘’Saya daftar awal Februari, hanya perlu kirim kartu nama dan surat rekomendasi toko,’’ aku Chies, yang mendapat jatah menginap di Fullerton Hotel dan ‘’bonus ekstra’’ kamar suite.

Walau dapat fasilitas transportasi, Chies benar-benar ingin menikmati suasana bersepeda. Dia membawa sepeda Brompton-nya dari Indonesia. Kamis kemarin (21/3) ia mengayuhnya dari hotel ke venue pameran.

‘’Hanya sekitar 5 kilometer. Yang tidak tahan dingin dan anginnya,’’ ujar dia. Suhu udara Kamis kemarin memang sempat agak turun ke kisaran 16 derajat celsius. Sekitar lima derajat lebih dingin daripada sehari sebelumnya.

Menurut data yang dikeluarkan TAITRA, nilai transaksi yang dihasilkan dari pameran tahun ini saja bisa mencapai 300 juta dolar AS atau hampir Rp3 triliun.
***

Taipei Cycle memang lebih fokus ke industri sepeda. Bagi yang ingin memiliki brand sendiri, semua vendor yang diperlukan berpameran di sini. Mulai pembuatan frame dan komponen, pengecatan, dan lain sebagainya.

Tapi, bukan berarti event itu boring untuk penggemar sepeda dan tren terbarunya. Sejumlah sepeda baru yang memukau di-launching di sini. Beberapa prototipe keren juga ditampilkan, yang kelak bisa menjadi tren paling populer.

Tidak ketinggalan kategori e-bike. Baik itu sepeda bermotor listrik maupun komponen motor elektrik yang bisa dipasangkan pada sepeda apa pun. Benar-benar banyak barang yang bisa bikin para penggemar sepeda meneteskan air liur.(bersambung)

sumber :www.jpnn.com

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s