Jalan Enam Hektare di Taipei Cycle 2013, Pameran Sepeda Terbesar Asia (3-Habis)

Pergi hingga 100 Km Naik Karya Perancang Segway
24 Maret 2013 – 08.50 WIB
Pergi hingga 100 Km Naik Karya Perancang Segway
Seorang pengunjung sedang melihat salah satu konsep sepeda lipat inovatif dari Pasific Cycles di Nangang Exhibition Hall, Taipei. Sepeda ini dapat dimasukkan ke dalam koper tas saat bepergian. Foto: DIPTA WAHYU/JAWAPOS

Seheboh apapun konsepnya, fungsi utama sepeda adalah alat transportasi. Di Taipei Cycle 2013, ada banyak sepeda lipat dan e-bike yang membuat fungsi utama itu lebih praktis dan keren.

Catatatn AZRUL ANANDA dan DIPTA WAHYU, Taipei

Ada 1.103 exhibitor di Taipei Cycle 2013, menampilkan entah berapa puluh ribu sepeda. Mulai sepeda anak-anak, sepeda belanja, sepeda lipat, mountain bike (MTB), road bike (balap), hingga e-bike (sepeda elektrik). Semua dengan segala variannya.

Jumlah exhibitor itu adalah rekor baru dari event yang sudah terselenggara kali ke-26 ini. Jumlahnya 6 persen lebih banyak dari tahun lalu. Peningkatan itu pada dasarnya didorong oleh dua hal: meningkatnya popularitas sports bike di Asia plus dorongan pengembangan e-bike sebagai salah satu alternatif transportasi, asa masa depan (sebenarnya sudah menjadi alternatif di masa sekarang).

Sebelum berbicara ke e-bike sebagai sarana transportasi, kita bisa ‘mundur’ dulu ke konsep sepeda yang pada dasarnya dibuat sebagai sarana transportasi praktis: sepeda lipat.

Kalau ditotal, sepeda lipat dan sepeda-sepeda urban (sehari-hari) tetap menjadi penghuni dominan Taipei Cycle 2013. Wajar, karena ini kan memang pameran industri sepeda. Dan sepeda yang paling laris tentu sepeda yang fungsinya seperti itu. Bukan yang untuk sport. ‘’Sepeda lipat di sini paling banyak. Kalau dari sport, 60 persen road bike dan 40 persen MTB,’’ observasi Iwan Budi Santoso dari Graha Sepeda Surabaya.

Sepeda lipat, tentu saja, jenis dan positioning pasarnya macam-macam. Ada yang dibuat semurah mungkin, ada yang memang berkelas seperti merek Brompton. Penggemar merek Inggris itu mungkin sangat suka dengan salah satu produk yang dipajang di Taipei: S6L The Barca Brompton Limited Edition. Kira-kira hanya 500 unit yang diproduksi.

Keliling lagi di Nangang Exhibition Hall, ada beberapa produsen yang mencoba membuat sepeda lipat lebih baik lagi. Lebih baik dalam arti lebih praktis, lebih ringan dan ‘lebih-lebih’ lain yang membantu pemakainya sehari-hari.

Dalam hal ini, yang ‘menang’ adalah IFmove buatan Pacific Cycles. Menang dalam arti literal, karena IFmove merupakan salah satu pemenang Taipei Cycle di Awards 2013.

Apa istimewanya? Pertama, dalam kecepatan melipat. Hanya membutuhkan dua detik untuk melipat atau membuka lipatannya. Tentu itu membuatnya superpraktis, khususnya bagi yang suka tergesa-gesa dalam pemakaian sehari-harinya.

Walau lipatannya sederhana, IFmove tetap memiliki karakter handling dan performance yang bisa diadu dengan sepeda lipat lain. Plus, sepeda lipat berbahan aluminium tersebut sangat ringan. Hanya 10 kilogram. Menurut Pacific Cycles, IFmove sudah akan dijual bulan depan di berbagai negara. Harga yang disebut di kisaran Rp15 juta-Rp20 juta.

Mau sepeda praktis, tapi tetap malas banyak mengayuh? E-bike perlu menjadi pertimbangan. Dan di Taipei Cycle, ada buaanyaaak yang bisa dipertimbangkan. Tidak mau membeli sepeda utuh juga bisa. Pakai saja sepeda yang sudah ada di rumah, khususnya MTB standar, lalu pasang komponen elektriknya. Seperti yang disediakan GreenTrans Corporation Taiwan.

Mereka menyediakan E-bike Power Kit. Terdiri atas baterai yang bisa dipasang di downtube (tempat botol minum) atau di bawah boncengan belakang. Ada pula torque sensor, terpasang di bottom bracket (tempat tuas pedal terpasang). Plus motor elektrik (pada ban belakang), juga konsol LCD 2,8 inci (monitor di setir).

Menurut GreenTrans, harga satu set komponen itu di kisaran 600 hingga 700 dolar AS (tidak sampai Rp7 juta). Tapi, mereka belum menjual langsung ke end user (konsumen), melainkan ke produsen-produsen sepeda.

‘’Kami masih berfokus ke pasar Eropa karena di sanalah tempat pertumbuhan terbesar untuk e-bike saat ini. Dan di sana kami harus mengikuti regulasi yang ketat. Akan lebih safety kalau kit kami disesuaikan dengan sepeda yang dibuat khusus,’’ jelas Max Wang, salah seorang manager marketing and business GreenTrans.

Setelah dipasangi komponen elektrik itu, GreenTrans mengklaim, harga sepeda ketika sampai ke konsumen bisa lebih dari 2.000 dolar AS. ‘’Sistem ini akan sangat membantu anak-anak, orang berusia lanjut atau mereka yang bersepeda tapi bukan berorientasi sport,’’ tambah Max Wang. Kalau mau agak high concept, bisa ke booth DK City, juga perusahaan Taiwan. Di situ ada dua sepeda lipat sekaligus elektrik yang desainnya modern dan memukau. Yang pertama adalah db0 folding bike. Sepeda listrik yang bisa dilipat ringkas.

Tidak mau yang lipat? Ada db07 dengan frame berbentuk huruf ‘V’. Memakai 500W/250W DC brushless motor pada hub belakang, sepeda tersebut bisa mengantarkan kita bersepeda sejauh 100 Km sebelum kehabisan baterai. Itu karena baterai lithium 36V-nya 11Ah.

Pasang lepas baterai sangat mudah. Pada ‘lengan’ bagian belakang, ada tutup hijau yang bisa dibuka. Lantas, baterainya tinggal dikeluarkan. Ingin mengetahui berapa kapasitas baterai tersisa juga tidak perlu pasang monitor. Ada indikator yang terpasang cantik pada ‘lingkaran’ dasar huruf V, di atas bottom bracket.

Desain modern (bisa juga disebut futuristis) itu bukan dari Taiwan, melainkan dari ROBRADY Design, sebuah perusahaan AS yang sebelum ini kondang sebagai desainer Segway.
***

Kalau mau membicarakan semua sepeda yang ada di Taipei Cycle 2013, bisa berhari-hari tanpa habisnya. Bagi pengunjung dari kalangan industri sepeda, ada empat hari yang bisa dimaksimalkan, mulai 20 Maret hingga penutupan Sabtu kemarin (23/3).

Pengunjung umum memang kasihan. Mereka hanya punya kesempatan Sabtu kemarin, pukul 09.00 hingga 15.00. Mereka bisa masuk dengan membayar 200 dolar Taiwan atau sekitar Rp70 ribu. Jelas sangat tidak cukup untuk menikmati seluruh kawasan pameran.

Bagi yang penasaran, memang masih ada tahun-tahun berikutnya. Dan Taiwan External Trade Development Council (TAITRA) bersama Taiwan Bicycle Exporter Association (TBEA) sebagai penyelenggara akan terus berusaha menjadikan event ini sebagai yang terbesar dan terbaik di dunia.

Jadwal untuk Taipei Cycle 2014 sudah diumumkan, yaitu pada 5-8 Maret 2014. Sedangkan, pada 2016, besar kemungkinan hall baru untuk perluasan Nangang Exhibition Hall sudah bisa digunakan.

Bukan tidak mungkin, pada 2016 itu pula, bersamaan dengan terus berkembangnya pasar di Asia, Taipei Cycle sudah menjadi yang terbesar dan terpenting di dunia.**

sumber :www.jpnn.com

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s