Jelang Grand Prix Jepang, Pesaing Red Bull Sudah Bicara 2012

Ferrari-McLaren Ingin Kembali Menakutkan
6 Oktober 2011 – 07.29 WIB 
Ulasan AZRUL ANANDA

Sirkus Formula 1 sudah berada di Suzuka untuk Grand Prix Jepang akhir pekan ini. Namun “hati” mereka mungkin sudah tak sabar untuk 2012. Khususnya pesaing utama Red Bull-Renault.

Grand Prix Jepang akhir pekan ini bisa menjadi “penutup tak resmi” musim Formula 1 2012. Cukup finis di urutan sepuluh, Sebastian Vettel sudah mengunci gelar juara dunia. 

Andai bintang Red Bull-Renault itu gagal finis pun, praktis yang terjadi hanyalah penundaan pesta perayaan.

Realitanya begini: Jenson Button (McLaren-Mercedes) adalah satu-satunya pesaing yang punya peluang matematis mencuri gelar dari genggaman Vettel. Tapi untuk melakukan itu, Button harus menang di lima lomba yang tersisa, dan Vettel harus gagal finis di semua lomba yang tersisa!

Jadi, pada dasarnya Red Bull sudah bisa menyiapkan perlengkapan pesta di Jepang. Kalau Vettel belum mengunci gelar, perlengkapan pesta itu masih bisa dibawa ke lomba-lomba selanjutnya.

Tak heran, bagi para pesaing, prospek 2012 mungkin lebih menarik untuk dibicarakan. Ferrari dan McLaren (plus Mercedes GP) sekarang sudah lebih banyak bicara tahun depan, dan cara-cara yang mereka lakukan supaya Red Bull tidak lagi “menang start” dan mempertahankan gelar.

Ferrari dan McLaren, dua pesaing utama Red Bull, punya pendekatan berbeda untuk 2012. Ferrari mengutamakan desain dan persiapan mobil, sementara McLaren lebih memperkuat kemampuan operasional tim saat berlomba.

Ini wajar. Karena tahun ini Ferrari “hanya” menurunkan mobil hasil evolusi dari 2010. Hasilnya, mobil mereka lebih lamban dari Red Bull dan McLaren. Sedangkan McLaren tahun ini sudah menurunkan mobil yang radikal, tapi masih sering terganjal oleh masalah-masalah operasional saat berlomba.

Bagi penggemar Ferrari, mobil Kuda Jingkrak 2012 sekarang sangat layak dinanti-nantikan. Tim yang dipimpin Stefano Domenicali itu sudah merestrukturisasi tim desain, mendepak Aldo Costa dan mempromosikan Nikolas Tombazis. Saat ini, mereka sudah dalam tahap finalisasi komponen-komponen besar mobil 2012. Dan Tombazis bilang, mobil itu sangatlah “agresif.” Siap mengejutkan banyak orang dalam hal tampilan.

Stefano Domenicali disebut sangat terkesan ketika melihat model mobil baru itu di markas tim, di Maranello, Italia.

“Secara visual, saya pikir mobil ini cukup beda dengan (2011). Menurut pimpinan kami, Stefano Domenicali, mobil itu punya wow factor. Semoga wow factor itu juga bisa terwujud di hasilnya nanti,” tutur Tombazis.

Seperti sudah disebut, jalur agresif ini sudah dilakukan oleh McLaren pada mobil MP4-26 yang digeber Lewis Hamilton dan Jenson Button musim ini. Dan mobil itu tergolong sukses, satu-satunya yang konsisten bisa menantang Red Bull.

Berkali-kali pula mobil itu menunjukkan performa istimewa, lebih cepat dari Red Bull RB7. Sayang, di saat mobil cepat, McLaren juga tersandung masalah-masalah operasional. Misalnya salah strategi atau yang kecil-kecil lain. Belum lagi kesalahan yang dibuat para pembalap, khususnya Hamilton yang berkali-kali tabrakan.

“Kami membuat terlalu banyak kesalahan tahun ini, tak pernah benar-benar pas ketika akhir pekan lomba. Ini yang harus kami perhatikan. Dan kami sangat memperhatikannya,” ujar Button.

Beberapa pekan lalu, rekrutmen penting dilakukan McLaren untuk mengatasi masalah ini. Mereka mencomot Sam Michael, yang hingga GP Singapura lalu masih berstatus sebagai direktur teknik di Williams. Di McLaren, Michael akan bekerja sebagai sporting director, memimpin tim saat berlomba.

“Kami senang sekali dia (Michael, red) datang ke sini. Dia datang sebagai sporting director, jadi itu adalah perubahan karir baginya. Dia pernah berada di sisi teknis. Jadi race engineer untuk (tim) Jordan, direktur teknik di Williams, tapi kami merasa kekuatan dia ada pada kemampuan operasional dalam memimpin tim balap. Jadi, tugas dia sederhana, jadi sporting director dan memastikan McLaren adalah tim terbaik dan paling ditakuti di dunia!” papar Martin Whitmarsh, bos McLaren.

Secara keseluruhan, para penggemar persaingan seru tentu berharap mobil radikal Ferrari nanti benar-benar istimewa sejak awal. Juga McLaren bisa lebih mantap, tidak lagi membuat kesalahan-kesalahan konyol. Karena hanya dengan itu kompetisi bisa seru. Tidak lagi dominasi seperti tahun ini.

Dan kalau bisa, tim lain seperti Mercedes GP juga segera improve. Tim itu belakangan “menumpuk” jagoan-jagoan teknis agar tahun depan Michael Schumacher dan Nico Rosberg bisa meraih kemenangan.

Aldo Costa, mantan desainer Ferrari, dan Geoff Willis, mantan bos teknis di sejumlah tim papan atas, akan bergabung di bawah komando Ross Brawn di Mercedes GP. Semoga saja hasilnya adalah musim 2012 yang istimewa.***

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s