Ketika Valentino Rossi Terus Belepotan Bersama Ducati

Senin, 05 September 2011 , 06:40:00

Tahun Depan Juga Belum Jelas

UNTUK kali pertama dalam karirnya di grand prix motor, Valentino Rossi terancam gagal memenangi lomba dalam semusim. Apa yang harus dia dan Ducati lakukan”

Ketika Valentino Rossi memutuskan untuk bergabung ke Ducati, orang menyebut ini sebagai marketing marriage of the decade. Dua legenda Italia bergabung bersama untuk menaklukkan dunia. Hasilnya” Setelah 12 lomba, termasuk Grand Prix San Marino kemarin (4/9), kedua pihak terancam menjalani malu terbesar.

Reputasi Ducati terancam tercoreng karena tak mampu meraih sukses walau mengontrak orang yang disebut-sebut sebagai pembalap motor terbaik dalam sejarah. Ingat, Ducati sama sekali tidak bisa menyalahkan Rossi. Kalau sampai menyalahkannya, berarti Ducati mengundang amarah jutaan penggemar “The Doctor” di berbagai penjuru dunia. Itu marketing suicide.

Di sisi lain, rekor Rossi juga terancam ternoda. Seperti disebut di awal, dia terancam gagal meraih kemenangan untuk kali pertama di arena grand prix motor. Jangankan menang, musim ini dia baru naik podium sekali. Dia pun baru total lima kali finis di urutan lima besar dari 12 lomba.

Kemarin di Sirkuit Misano, Rossi hanya mampu finis di urutan ketujuh.

Ingat, Rossi adalah juara dunia sembilan kali. Tujuh kali di kelas tertinggi, bersama dua pabrikan berbeda (Honda dan Yamaha) di tiga zaman regulasi yang berbeda (2-Tak 500 cc, MotoGP 990 cc, dan MotoGP 800 cc).

Apa yang harus dilakukan kedua pihak sekarang? Kalau diperhatikan, pada dasarnya ada dua problem yang dihadapi Rossi bersama Ducati saat ini. Yang belakangan terus mengganggu: Girboks yang ngadat. Problem ini mengganggu Rossi di GP Indianapolis dan kembali mengganggunya saat kualifikasi di Misano. Gara-gara gir tak mau pindah, Rossi beberapa kali harus keluar lintasan.

Lalu, ada satu lagi masalah yang lebih kronis: Feeling yang buruk dengan bagian depan Ducati Desmosedici GP11 maupun GP11.1 (versi 2012 bermesin 800 cc). Khususnya saat mengerem. Ini sangat mengganggu dalam memburu catatan waktu yang baik, plus merepotkan saat harus bertarung di tengah lomba.

Pembalap 32 tahun itu mengklaim dirinya kehilangan 0,2 hingga 0,3 detik di setiap tikungan gara-gara masalah ini. Rossi sudah mengomel soal ini sejak awal musim. Jadi, kalau terus ditanya soal penyebab lambannya performa bersama Ducati, Rossi sampai kehabisan jawaban. “Saya selalu mengomeli hal yang sama. Jadi, Anda silakan pakai hasil wawancara saya yang dulu-dulu,” ucapnya kepada media.

Sempat muncul celetukan via media di Italia, kalau bos teknis Ducati Filippo Preziosi “rindu” melihat Casey Stoner mengendarai motor Italia tersebut. Bagaimana tidak. Hingga saat ini praktis hanya Stoner yang mampu meraih sukses bersama Ducati, menang 23 kali (dan merebut satu gelar juara dunia) bersama pabrikan itu pada 2007-2010.

Rossi membalasnya dengan sindiran: “Saya tentu senang kalau Stoner mau (menjajal motor saya). Tapi, di sisi lain saya juga ingin menjajal Honda.”

Rossi pernah bilang, dia bukanlah Stoner. Bukan hanya gaya membalap yang berbeda, postur badan juga berbeda. Rossi jauh lebih tinggi (180 cm) dari pembalap Australia itu.

“Gaya Casey tidak terlalu membebani bagian depan (motor). Ukuran badannya juga menjadikan posisi duduk berbeda. Adalah sebuah kesalahan kalau saya mencoba mengendarai motor seperti dia. Tapi, akan berguna bila saya bisa mencoba mengurangi beban bagian depan motor,” papar Rossi.

Di MotoGP, pengembangan motor tidaklah secepat (dengan kucuran dana) Formula 1. Jadi, segala yang diinginkan Rossi mungkin baru terwujud tahun depan. Andai dia harus mengubah gaya membalap pun, hasilnya belum tentu maksimal.

Jadi, mungkin Rossi dan Ducati harus rela “melepas” 2011, rela malu mengakhiri musim ini tanpa satu pun kemenangan. Dengan catatan, semua sumber daya harus dikerahkan untuk 2012. Antara terus mensimulasi perubahan pada sasis GP11.1, yang seharusnya masih dipakai tahun depan, atau mencoret total sasis itu dan menggambar lagi dari nol sasis untuk 2012.

Berbicara soal ini, ada satu lagi kendala dari kubu Ducati: belum ada keputusan harus berbuat apa untuk motor 2012. Rupanya, ada beberapa pendapat dan teori berbeda, dan sampai sekarang belum ada yang berani memastikan langkah mana yang terbaik!

Rossi mengaku masih punya waktu. “Musim 2012 dimulai sehari setelah lomba terakhir 2011. Ketika momen itu tiba, kami sudah harus punya ide dan langkah yang jelas untuk diambil,” ucapnya. “Kami belum butuh membuat keputusan sekarang. Kami harus bekerja keras di akhir tahun ini. Bersama, kami akan mencoba menemukan keseimbangan teknis pada motor. Itu pekerjaan sulit, tapi kami akan mencoba,” tandasnya.

Bagi penggemar Rossi di mana pun Anda berada: Sabar ya! (azrul ananda)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s