Satu Dekade Penuh Kebanggaan

_IPT1313

dblindonesia.com | 29-Apr-2013

10 Years DBL (2004-2013)
Satu dekade DBL diselenggarakan di Surabaya, tak ada satu pun musim yang dilalui tanpa riuhnya sorak penonton dan kebanggaan para pebasket pelajar yang berlaga. Liga itu tumbuh dan mengakar di Surabaya secara emosional. DBL telah memberikan sejuta kebanggaan (pride) dan kenangan (story) bagi siapa pun yang pernah berpartisipasi di dalamnya, terutama para pemain yang berlaga.

Sejuta asa dan cerita tentang DBL juga tak bisa lepas dari benak Sumiati Sutrisno. Marilah tengok sejenak perhelatan DBL 2007 yang melahirkan seorang bintang lapangan yang mendominasi di musim itu.

Di musim itu dia memimpin tim putri SMA YPPI 2 Surabaya meraih gelar champion ketiga. Dia bahkan berhasil menyabet gelar most valuable player (MVP) sekaligus top scorer. Permainannya memukau dan menginspirasi banyak orang.

“Saya masih ingat betul suara suporter yang meneriakkan nama saya di malam final. Bahkan, kartu tanda peserta, kaus champion, termasuk hadiah motornya masih saya simpan sampai sekarang,” ujarnya. Kini Sumiati tercatat sebagai pemain Women’s National Basketball League (WNBL) Indonesia, membela Surabaya Emdee Fever.

Kisah serupa disampaikan Yerikho Christopher Tuasela, MVP Honda DBL 2011 dari SMA Santa Agnes Surabaya. Bagi dia, DBL memotivasi dirinya untuk pantang menyerah. Seperti yang tertulis di dinding ruang pemain DBL Arena, hard work beats talent when talents doesn’t work hard, Yerikho terus berusaha. Dari seorang pemain cadangan mati, dia menjadi MVP yang mengantarkan sekolahnya ke final DBL 2011.

“Kalau ingat saat host manggil namaku sebagai starting line-up,rasanya betul-betul bangga. Apalagi waktu pemutaran video sequence menjelang pertandingan final, aku nggak nyangka bahwa aku ternyata bisa sampai ke tahap itu,” papar pebasket yang pernah masuk timnas U-18 itu.

Memang bintang-bintang lapangan yang lahir di DBL tak hanya menjadi inspirasi bagi pebasket selanjutnya, tapi juga menjadi tunas-tunas baru dalam dunia basket profesional Indonesia.

Selain Sumiati dan Henny, ada Oei Abraham Yoel yang kini menjadi guard Stadium Jakarta. Yoel, sapaannya, pernah membawa SMA Petra 4 Sidoarjo menjuarai DBL 2008.

Dia mengakui bahwa apa yang sudah dilatih selama bermain di DBL sangat berpengaruh pada karir basketnya kini. “Saya jadi lebih terbiasa menghadapi sebuah game besar. Yang paling melatih mental saya adalah semangat para suporternya yang memang cuma bisa dirasakan saat bermain di DBL,” ujar Yoel.

Tak ada yang membantah memang bahwa spirit para pelajar dalam mendukung tim kesayangannya di liga basket itu sangat luar biasa. Spirit suporter yang sangat fanatik itu begitu memengaruhi kondisi mental para pemain yang bertanding.

Sepuluh tahun sudah liga ini mengisi buku catatan kosong para pelajar di Indonesia, khususnya Surabaya, dengan berbagai cerita dan kebanggaan. Pahit dan manisnya hasil pertandingan selalu menjadi acuan untuk terus bekerja lebih keras lagi menggapai harapan. Semoga semua cerita selama satu dekade ini terus berlanjut hingga dekade-dekade berikutnya. (roi/c11/ash)

2004

The History Begin

Minggu, 4 Juli 2004, menjadi hari yang bersejarah untuk basket pelajar Surabaya, bahkan Indonesia. Hari itu technical meeting pertama DetEksi Basketball League (DBL) diadakan di DetEksi Room. Opening party musim perdana itu ditonton lebih dari 1.000 orang. Pada final party, pertandingan berlangsung dramatis dan ditonton oleh 5.000 penonton.

2005-2007

New Standard

Memulai musim kedua, DBL melangkah pasti, tumbuh menjadi liga basket pelajar terbesar dan terheboh yang pernah ada di Surabaya. Pada musim kedua, DBL mengemas liga dengan aturan yang lebih profesional. Misalnya, mengenai standar kerapian kostum, baik untuk pemain maupun ofisial. Tak sekadar profesional, DBL berusaha menyuguhkan kemasan liga yang memanjakan penonton dengan sajian entertainment.

2008

Go International

Musim ini, DBL berkembang ke sepuluh kota lain di sepuluh provinsi Indonesia. DBL juga berhasil menjalin kerja sama internasional, antara lain, NBA dengan memboyong Danny Granger (top scorer Indiana Pacers). Ini adalah event resmi NBA pertama di Indonesia. Kolaborasi juga dilakukan dengan pemerintah Australia untuk memberangkatkan tim DBL Indonesia-All Star 2008 ke Australia. Di-launching-nya DBL Arena semakin mengukuhkan eksistensi DBL.

2009

First Winning

Tekad DBL untuk kemajuan basket Indonesia semakin besar. Tahun ini kemenangan tim DBL Indonesia-All Star 2009 saat melawan tim Western Australia di Perth merupakan sebuah prestasi gemilang. Itu menjadi sejarah pertama kemenangan basket Indonesia di Australia. Kemenangan tersebut tak lepas dari keseriusan DBL menyelenggarakan Indonesia Development Camp, perkembangan lebih lanjut dari NBA Basketball Clinic pada 2008.

2010-2012

Amazing Spectators

Liga yang semula bernama DetEksi Basketball League resmi berevolusi menjadi Development Basketball League. Total penonton semakin menggila. Pada 2010 saja, jumlahnya menembus angka 500 ribu penonton. Rekor penonton terus terpecahkan setiap tahun. Pada 2012 jumlah penonton hampir menembus angka 700 ribu di seluruh Indonesia. Tahun 2012 merupakan salah satu momen termanis DBL Surabaya yang pernah ada, kala SMAN 9 Surabaya menjadi champion di tanggal 9 Juni tepat pada pukul 9 malam.

2013

Now and Then…

Memasuki satu dekade penyelenggaraan DBL di Surabaya, kota ini semakin eksis menjadi ibu kota basket di Indonesia. Untuk selanjutnya, DBL terus beradaptasi dengan perkembangan situasi dan kondisi yang selalu berubah. Yang pasti, DBL akan terus memperbaiki perkembangan liganya hingga semakin banyak orang yang merasakan manfaatnya. (ima/c10/ash)

DBL in Facts

Di tahun 2004, kompetisi DBL hanya diikuti oleh sekolah-sekolah yang berasal dari 7 kota di Jawa Timur. Hingga tahun 2012 yang lalu, kompetisi DBL sudah diikuti oleh ribuan tim yang berasal dari 134 kota di 20 provinsi di Indonesia.

Jumlah penonton di awal penyelenggaraan DBL sebanyak 17.000 penonton. Tahun 2012 lalu, jumlah penonton dari keseluruhan kota penyelenggara mencapai angka 616.052.

Show sequence pada opening party Honda DBL 2012 lalu melibatkan 60 dancer utama dan lebih dari 1000 dancer pendukung yang berasal dari suporter sekolah untuk menampilkan flashmob dance.

6 pemain NBA telah didatangkan oleh DBL Indonesia, yakni Danny Granger (2008), Kevin Martin dan David Lee (2009), Trevor Ariza (2010), Nate Robinson (2011), dan Jason Williams (2012).

sumber :www.nblindonesia.com

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s