Deteksi – The Power of Youth Community

NOVEMBER 10, 2010 | BY 

FocusOnYoungPeople Option2 284x300 Deteksi – The Power of Youth Community

ilustrarsi dari http://www.statistics.gov.uk

Mengapa Deteksi?

Berawal dari keinginan Azrul Ananda, Direktur Jawa Pos saat ini, agar anak muda membaca koran. Karena fakta yang ada saat ini, 35 persen  dari penduduk indonesia, yaitu sekitar 100 juta jiwa dibawah umur 25 tahun. Maka orang muda adalah target market yang sangat berpeluang besar jika dia ingin Jawa Pos tetap eksis di masa depan.

Awalnya, banyak yang mencibir dan mengecam, karena selain dianggap tidak penting karena tidak memuat berita, selain itu tema-tema yang vulgar seperti ‘First Kiss, Siapa yang lebih Baik? Papa atau Mama?’ dll, sempat dikecam oleh pihak agamawan karena dianggap melawan orang tua. Namun, Deteksi tetap berjalan dengan tim anak muda usia belasan dan kuliahan.

Namun, passion Azrul yang luar biasa besar, ingin membawa Deteksi lebih maju dengan Deteksi Mading Competition yang fenomenal. Setiap tahun, kompetisi ini menjadi ajang ‘Aktualisasi Diri’ para pelajar SMA di Jawa Timur. Menurutnya, Mading lebih canggih dari internet, karena Mading bisa lebih dirasakan oleh panca indera, dan bisa dibuat dalam bentuk apa saja. Dan hal tesebut terbukti, karena setiap tahun, Convention Hall terbesar di Surabaya selalu menjadi tempat yang penuh sesak untuk kompetisi ini. Kompetisi Deteksi terus berkembang, tidak hanya melulu ke kompetisi mading, tetapi juga Model Competition, Pop Group Competition, Custom Shoes, dll.

Kemudian, Deteksi berkembang lagi merambah dunia olahraga, dengan DBL (Deteksi Basketball League) yang disambut luar biasa bagi pelajar SMA dan SMP di Jawa Timur. Setiap tahunnya, DBL harus menolak beberapa tim karena quota yang tidak mencukupi. Sedemikian luar biasa animo pelajar terhadap ajang seperti ini. Bahkan, Deteksi sudah menjadi barometer para pelajar di Jawa Timur.

Yang lebih hebat lagi, tahun 2010 ini DBL dipercaya untuk mengelola IBL yang dulunya KOBATAMA (liga basket nasional) supaya berhasil seperti DBL. Luar biasanya, tim DBL hampir seluruhnya di bawah usia 30 tahun. Azrul menyadari bahwa Young Talent adalah kekuatan yang luar biasa, karena orang muda FIGHT with CREATIVITY dan tidak ada yang bisa membendung hal tersebut.

Potensi pasar Youth bisa menjadi inspirasi bagi para Marketers, seperti yang dilakukan oleh Deteksi. Youth Community adalah pasar dengan potensi yang sangat besar, karena ketika persepsi mereka dimenangkan oleh suatu Brand, mereka akan menjadi Ambassador yang efektif. Terbukti Deteksi menjadi Brand yangpowerful karena kekuatan Youth, bahkan berdampak pada image Jawa Pos yang menjadi lebih young saat ini.

There is a fountain of youth: it is your mind, your talents, the creativity you bring to your life and the lives of people you love. When you learn to tap this source, you will truly have defeated age.” (Sophia Loren)

sumber : http://the-marketeers.com

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s