Lombok Audax dengan rute sepanjang 300 Kilometer

Senin, 28 Januari 2013 – 10:31:43 WIB

Selong (28/1). Komunitas pencinta olah raga bersepeda yang berpusat di Negara Prancis, Sabtu (26/1) menyelenggarakan Lombok Audax dengan rute sepanjang 300 Kilometer. Kegiatan itu diikuti sekitar 80 orang peserta, yang berasal dari 10 negara termasuk Indonesia. Mereka dilepas dari Hotel Holiday Senggigi sekitar Pukul 04.00 Wita, menempuh rute dengan medan yang cukup menantang. Dalam perjalanan beberapa peserta tidak mampu meneruskan perjalanan sehingga yang sampai di Dermaga Labuhan Haji sekitar 55 orang.

Sekitar Pukul 15.30 Wita para Cyclist, tiba di Dermaga Labuhan Haji Lombok Timur, secara bergelombang. Di tempat itu Pemkab Lombok Timur menyiapkan  tempat istirahat sejenak tim “massage” untuk membantu Cyclist yang membutuhkan pijatan. Rombongan itu beristirahat sekitar satu jam di tempat itu, sempat foto bersama mengabadikan kehadirannya di dermaga itu, kemudian melanjutkan petualangan menuju wilayah Lombok Tengah, dan dijadwalkan tiba di Hotel Holiday Senggigi Lombok Barat sekitar Pukul 21.00 Wita.

Kepala Dinas Dikpora Lombok Timur, Dr. Syamsuhaidi MS, mewakili Bupati memperkenalkan profil dermaga Labuhan Haji dan menuturkan kehadiran Wapres dan delapan Menteri dalam peringatan Hari Nusantara beberapa waktu lalu di tempat itu. Ia berharap agar peserta sampai di tujuan dengan selamat, kembali ke keluarga dan negara masing-masing serta tidak lupa menceritakan pengalamannya sepanjang perjalanan di Lombok.

Kepala Dinas Pariwisata Lombok Timur, H. Gufranudin, M.T.Sol, kepada penulis berita ini mengatakan, even tersebut memungkinkan Lombok Timur semakin di kenal di dunia Internasional karena para cylclist yang terlibat berasal dari 9 negara selain Indonesia itu, tentu akan menceritakan pengalamannya selama dalam perjalanan, setelah kembali di negara masing-masing. Peserta berasal dari Australia, USA, Italia, Brazil, Spanyol, Malaysia, Brunei Darussalam, Argentina, Singapura, Jerman dan Indonesia, jelasnya.

Rencananya setelah sukses Lombok Audax 300 Kilometer tahun 2013 itu, sudah dijadwalkan Lombok Audax 400 Kilometer pada Bulan April, 600 Kilometer pada tiga bulan berikutnya dan 700 Kilometer pada September mendatang. Dalam hal ini pihaknya akan berupaya untuk men-setting, agar rute-rute yang ditempuh dan tempat beristirahat peserta diupayakan memiliki daya tarik wisata.

Penyelenggara dan sejumlah cyclist yang berhasil diwawancara menuturkan hal yang berbeda. Tenne Permatasari, penyelenggara even menyatakan keinginannya untuk menjadikan Lombok sebagai Cycling Island, setelah melihat kondisi jalan yang rata-rata sudah di hotmix, medan yang menantang, keramah-tamahan masyarakat dan panorama alam yang cukup memikat.

Dengan predikat sebagai Cycling Island, Lombok Timur akan meraih beberapa keuntungan terutama dalam bidang pariwisata, antara lain potensi wisata akan semakin dikenal dan kunjungan dari luar negeri akan semakin banyak karena kegiatan itu bisa dilaksanakan secara terus menerus.

Iapun membenarkan rencana pelaksanaan Lombok Audax untuk beberapa bulan ke depan. Bahkan Ia menyebutkan jumlah peserta yang akan ambil bagian dalam Lombok Audax 400 Kilometer sekitar Bulan April mendatang melibatkan lebih dari 100 Cyclist. Ia menyatakan akan membatasi peserta, karena jika peserta terlalu banyak akan menyulitkan pihaknya untuk mengkoordinir.

Azrul Ananda, putra Menteri BUMN Dahlan Iskan, salah seorang peserta petualangan bersepeda itu, mengaku pertama kali menempuh rute sepanjang 300 Kilometer. Sebelumnya, Ia telah menaklukkan rute paling jauh 170 Kilometer. Pada perjalanan kali ini, Ia mengaku sempat mengalami pecah ban. Ia memuji perjalanan yang disebutnya menarik karena medan yang cukup menantang terutama ketika melewati Pusuk.

Menyinggung daya tarik Lombok sebagai daerah wisata, Azrul mengaku setiap tahun selalu mengajak keluarganya ke Lombok. “ Saya lebih suka ke Lombok karena lebih ramah dan alam lebih terjaga, saya berpesan agar masyarakat dan pmerintah daerah menjaga pantai dan alam dan harus belajar dari kesalahan daerah wisata lain, pantai jangan dihabisin”, ujarnya.

Davide, Cycling asal Italia, mengaku menyesal tidak sempat berhenti untuk poto bersama di berbagai tempat yang menarik dalam perjalanan itu. “ Hanya satu hal yang saya sesalkan, tidak dapat foto bersama di lokasi panorama indah dalam perjalanan, kalau rute dan tempat lainnya sangat mengesankan” tandasnya ditanya kesannya.

Syayadi, Cycling tertua berusia 69 Tahun asal Sidoarjo, mengakui tantangan yang cukup berat dalam perjalanannya, tetapi Ia bertekad untuk menyelesaikan rute itu untuk mendapat lisensi dari Audax bahwa dirinya sudah mampu tahan bersepedah dengan rute 300 Kilometer.( Zar-Humas)

sumber : http://humas.lomboktimurkab.go.id

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s