SBY Diminta Tunjuk Menpora dari Kalangan Profesional

Rabu, 12 Desember 2012 01:32 wib

K. Yudha Wirakusuma –

JAKARTA – Hingga saat ini Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) belum kunjung menetapkan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), setelah Andi Mallarangeng mengundurkan diri beberapa waktu lalu akibat tersangkut kasus dugaan korupsi Hambalang.

Kalangan organisasi kemasyarakatan (Ormas) meminta Presiden SBY segera menetapkan Menpora yang bebas dari kepentingan politik.

“Selayaknya berasal dari kalangan profesional agar semua masalah Pemuda dan Olahraga diselesaikan tanpa muatan politis,” ujar  Ketua Umum Pengurus Besar Mathla’ul Anwar, KH Ahmad Syadeli Karim, saat dihubungi di Jakarta, Selasa (11/12/2012).

Hal senada diungkapkan oleh aktivis Pemuda Al-Irsyad dan Mercy, Geis Chalifah. Menurutnya, menteri dari kalangan profesional, urusan pemuda dan olahraga tidak direcoki oleh para aktor di panggung politik.

“Kalangan pemuda perlu menteri yang amanah dan profesional,” tegasnya saat dihubungi terpisah

Beberapa nama yang muncul dari kalangan profesional antara lain pengusaha muda Sandiaga Uno, mantan Direktur Utama LKBN Antara Ahmad Mukhlis Yusuf, dan tokoh basket Azrul Ananda.

Sandiaga dikenal sebagai pengusaha muda pemegang saham mayoritas grup Recapital. Pemilik saham di beberapa perusahaan tambang, perkebunan dan media itu dikenal sebagai sosok yang disegani oleh beberapa kalangan.

Sandiaga juga dikenal sebagai penggemar basket dan olahragawan. Ia sering mengikuti lomba marathon di sejumlah kota di dunia, dan tercatat sebagai salah satu pelari yang membawa obor pada Olimpiade London 2012.

Sedangkan Azrul Ananda adalah penerus estafet grup perusahaan milik Menteri BUMN Dahlan Iskan, baik di bidang media maupun sektor energi. Ananda adalah pencetus kompetisi liga basket untuk kalangan mahasiswa dan pelajar. Azrul Ananda adalah salah satu tokoh penting yang mempopulerkan olahraga basket di Indonesia.

Azrul Ananda yang lahir di Samarinda pada 4 Juli 1977, kini adalah tokoh penting bagi kemajuan olah raga basket sejak dia sekolah di Sacramento. Lewat kecintaannya pada olah raga dan kemajuan generasi muda, dia membangun sebuah liga pelajar dari Surabaya, tempat dia berdomisili setelah pulang dari Sacramento, AS.

Kemudian Liga Basket pelajar SMA itu berkembang ke Malang, Semarang, Jogja, Mataram, Bali, sebagian Kalimantan, Bandung, bahkan sampai Ke Jambi, dengan grand final tetap di Surabaya.

Sementara Mukhlis Yusuf adalah profesional muda yang berhasil mengembangkan LKBN Antara menjadi kantor berita yang independen dan mandiri, baik dari sisi pemberitaan maupun manajemen bisnis. Menurut KH Syadeli Karim, Mukhlis cukup layak menduduki jabatan Menpora lantaran terbukti selama memimpin LKBN Antara, Mukhlis dipandang sebagai orang yang independen dan kredibel.

Menurut Geis Chalifah, Mukhlis adalah sosok yang konsisten, profesional dan amanah. “Beliau juga mengerti aspirasi kalangan muda dan diterima oleh semua kalangan. Jadi kalau beliau jadi Menpora, saya yakin kasus PSSI langsung selesai,” ungkapnya.

Nama Mukhlis, menurut Geis, tidak saja diakui oleh berbagai kalangan di Indonesia, tapi juga sudah mendunia. Ia mencontohkan, Mukhlis pernah menjadi Presiden Organisasi Kantor Berita Asia Pasifik (OANA) sejak 2007. Di bawah kepemimpinan Muchlis, Organisasi kantor berita dari 33 negara di kawasan Asia Pasifik itu sangat peduli dengan tragedi kemanusiaan. Di bidang olahraga, Mukhlis pernah menjadi pengurus Perbasi Pusat. (put)

Sumber : http://news.okezone.com

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s